KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Tuhan YME yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini
dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan
sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah
tentang Sistem ini disusun agar pembaca dapat mengetahui tentang sistem yang
kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah Sistem di
susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri
penyusun maupun yang datang dari luar.Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari Tuhan YME akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah
Sistem ini memuat tentang Pengertian Sistem – Tujuan Sistem – Fungsi Sistem –
Komponen Sistem - dll.
Penyusun
juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak
membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun
makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan
kritiknya. Terima kasih.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Sistem
sangat penting dalam dunia teknologi, teknologi dari tahun ketahun semakin
berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan
perkembangan cara berpikir manusia. Dengan demikian sistem pun ikut berkembang.
Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju
selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas
hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang
mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis,
kreatif, dan produktif.
B.
IDENTIFIKASI MASALAH (LATAR BELAKANG)
Sesuai
dengan judul makalah ini “Pengertian Sistem dan Analisis Sistem” , terkait
dengan perkembangan teknologi Informasi saat ini. Berkaitan dengan judul
tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1.
Apa pengertian dasar dan definisi Sistem
2.
Apa saja Tujuan Sistem
3.
Apa saja Fungsi Sistem
4.
Apa saja Komponen Sistem
5.
Apa Interaksi Sistem atau Saling Berhubungan
6.
Apa Penggabungan yang Menimbulkan Keterpaduan
7.
Apa Proses Transformasi
C.
PEMBATASAN MASALAH
Untuk
memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada
masalah :
a.
Definisi Sistem dan Analisis Sistem
b.
Tujuan Sistem
c.
Fungsi Sistem
d.
Komponen Sitem
e.
Interaksi atau Saling Berhubungan
f.
Penggabungan yang Menimbulkan Keterpaduan
g.
Proses Transformasi
D.
PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan
latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas
dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.
Bagaimana deskripsi Pengertian dasar,definisi Sistem dan Analisis Sistem
2.
Bagaimana deskripsi Tujuan Sistem
3.
Bagaimana deskripsi Fungsi Sitem
4.
Bagaimana deskripsi Komponen Sistem
5.
Bagaimana deskripsi Interaksi atau Saling Berhubungan
6.
Bagaimna deskripsi Penggabungan yang Menimbulkan Keterpaduan
7.
Bagaimana Proses Transformasi
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN SISTEM
Kata Sistem awalnya berasal dari bahasa Yunani
(sustēma) dan bahasa Latin (systēma). Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen
yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam
melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
Contoh :
• Sistem Komputer terdiri dari Software, Hardware, dan Brainware
• Sistem Akuntansi
Menurut LUDWIG VON BARTALANFY : Sistem merupakan seperangkat
unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur
tersebut dengan lingkungan.
Menurut ANATOL RAPOROT : Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan
dan perangkat hubungan satu sama lain.
Menurut L. ACKOF : Sistem adalah setiap kesatuan secara
konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling
tergantung satu sama lainnya.
Syarat-syarat sistem :
1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.
2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material)
lebih penting dari pada elemen sistem.
5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan
elemen.Analisis dan Perancangan Sistem.
Secara garis besar,
sistem dapat dibagi 2 :
Ø SISTEM FISIK (
PHYSICAL SYSTEM ) :
Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi
satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata
tujuan-tujuannya.
Contoh :
- Sistem transportasi, elemen : petugas,mesin, organisasi yang
menjalankan transportasi
- Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bersama-
sama untuk menjalankan pengolahan data.
Ø SISTEM ABSTRAK (
ABSTRACT SYSTEM) :
Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide,
dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan
elemen-elemennya.
Contoh : Sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.
B. TUJUAN SISTEM
Setiap sistem memiliki tujuan, entah hanya
satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang
mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak
terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain
berbeda,
demikian juga organisasi sebagai sistem juga memiliki tujuan tertentu. Oleh
karena adanya upaya pencapaian tujuan ini maka setiap organisasi selalu
terdapat interaksi, kestabilan, kemampuan beradaptasi, dan berkembang.
C. FUNGSI
SISTEM
Untuk
menggerakan suatu komponen atau elemen-elemen untuk mencapai suatu tujuan.
Seperti halnya fungsi sistem operasi, yaitu;
1. Fungsi Sistem Operasi sebagai Kordinator, yang memberikan
fasilitas sehingga segala aktivitas yang kompleks dapat dikerjakan dalam urutan
yang benar.
2. Fungsi Sistem Operasi
sebagai Pengawal, yang memegang kendali proses untuk melindungi file dan
memberi batasan pada pembacaan, penulisan, eksekusi data dan program.
3. Fungsi Sistem Operasi
sebagai penjaga gerbang, yang akan mengawasi siapa saja yang dapat masuk
kedalam sistem komputer.
4. Fungsi Sistem Operasi
sebagai pengoptimal, yang akan membuat scedule atas beberapa masukan pengguna,
akses basis data, komputasi, keluaran, dan lain sebagainya untuk meningkatkan
kinerja sistem.
5. Fungsi Sistem Operasi
sebagai akuntan, yang menjaga pewaktuan CPU tetap berada pada jalur yang benar,
penggunaan memori, operasi I/O, penyimpanan pada disk dan lain sebagainya.
6. Fungsi Sistem Operasi
sebagai serever, yang memberikan pelayanan yang diperlukan pengguna, seperti
restrukturisasi direktori file.
D. KOMPONEN SISTEM
Sistem terdiri dari
komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari
komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen
hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua
komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu
kesatuan untuk mencapai sasaran.
Yaitu:
1. Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem
informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang
akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.
2. Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur,
logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang
tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan
keluaran yang diinginkan.
3. Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran
yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk
semua pemakai sistem.
4. Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem
informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model,
menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan
membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5. Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media
penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk
menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi
untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
6. Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk
mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk
menciptakan suatu informasi.
7. Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data
yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di
pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih
lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya
informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga
berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau
dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database
Management System).
8. Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem
informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air, debu,
kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak
efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang
dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat
dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat
diatasi.
E. ITERAKSI ATAU SALING BERHUBUNGAN
Sebagai suatu sistem, bagian-bagian dan organisasi saling
berhubungan satu sama lain. Antara satu bagian dengan bagian lain dari sistem
itu saling tergantung, masing-masing memiliki tugas yang khusus,
terspesialisasi dan berlainan. Terdapat pembagian kerja yang terintegrasi di
antara bagian-bagian dari suatu organisasi sebagai suatu sistem. Sistem ini
menunjukkan adanya hubungan antar bagian dalam sistem.
Proses saling hubungan antar bagian Bekerjanya masing-masing
bagian dan saling hubungan antar bagian dalam organisasi itu menunjuk pada
suatu proses yang saling berkaitan (linking processes)
F. PENGGABUNGAN YANG MENIMBULKAN KETERPADUAN
Semua komponen
dalam sistem pembelajaran
haruslah saling berhubungan satu sama lain.
Sebagai misal dalam proses pembelajaran di sajikan penyampaian
pesan melalui media, maka diperlukan adanya aliran listrik untuk membantu
memberikansinar. Jika aliran listrik tidak berfungsi, akan menimbulkan
kesulitan bagi guru dalam melangsungkan pembelajaran. Dengan dasar
inilah, pendekatan sistem dalam pembelajaran memerlukan lubungan antara
komponen yang satu dengan lainnya.
Penggabungan yang menimbulkan keterpaduan yang menyatakan bahwa suatu keseluruhan itu mempunyai nilai atau kemampuan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jumlah bagian-bagian. Dalam kaitan dengan kegiatan pembelajaran, para guru sebaiknya berusaha menjalin keterpaduan antara sesama guru, antar guru dengan siswa, atau antar materi,guru, media, dan siswa. Sebab apalah artinya materi yang disiapkan kalau tidak ada siswa yang menerima. Demikian juga sebaliknya.
Penggabungan yang menimbulkan keterpaduan yang menyatakan bahwa suatu keseluruhan itu mempunyai nilai atau kemampuan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jumlah bagian-bagian. Dalam kaitan dengan kegiatan pembelajaran, para guru sebaiknya berusaha menjalin keterpaduan antara sesama guru, antar guru dengan siswa, atau antar materi,guru, media, dan siswa. Sebab apalah artinya materi yang disiapkan kalau tidak ada siswa yang menerima. Demikian juga sebaliknya.
G. PROSES
TRANSFORMASI :
Tujuan pendidikan pada
umumnya adalah meningkatkan kualits hidup manusia. (menjadikan hari esok lebih
sempurna).
Hidup berkualitas
adalah bagaimana agar masyarakat dapat hidup dngan lebih baik lagi daripada
sebelumnya.
Bagan diatas
menjelaskan bagaimana pendidikan apabila dilihat dari prosesnya.
Proses pendidikan
tersebut berawal dari instrumental input. Yang dimaksud dengan instrumental
input adalah awal dari masukan masukan di pendidikan. Terdapat juga input
(masukan-masukan) seperti kurikulum pendidikan pelajar/siswa, kemudian dilihat
dari sistematika diatas, masukan-masukan tersebut di transfer/diolaholeh para
staff/pengajar yang unggul sesuai dengan standar pengajar di indonesia,
kemudian dari olahan secara keseluruhan akan terlihat, akan nampak hasilnya. Yaitu
nilai. Hasil yang lebih mendasar adalah sebuah sistem pembelajaran yang
membentuk manusia seutuhnya. Pendidika juga mampu mencetak manusia yang unggul,
berkualitas. Semua sistem, kerangka, tersebut diatas tidaklah terlepas dari
peran lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar juga dapat membantu dalam proses
transformasi ilmu pendidikan tersebut. Dan lingkungan pulalah tempat/ objek
dari pengamalan ilmu pendidikan yang telah diolah oleh berbagai banyak
komponen.
Dari semuanya diatas,
dapat ditarik kesimpulan bahwa, hasil ahir dari suatu trasformasi sistem
pendidikan adalah mengefektifkan segala aspek yang ada dalm pendidikan sehingga
tujuan ahir meningkatkan kualitas kehidupan manusia sehingga manusia dapat
mengelola dirinya sendiri, memperoleh akses pekerjaan, tinggal dilingkungan
hidup yang baik, sehat akan jasmani dan rohani, adanya vertilisasi dan sanitasi
yang baik serta mampu memaksimalkan pikiranyya, itu semua dapat tercapai dengan
baik.
BAB III
PENUTUP
Berdasarkan uraian hahasan SISTEM
dapat disimpulkan bahwa:
·
Sistem
adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi
dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
·
suatu
kesatuan unsur-unsur yang saling berinteraksi fingsional yang memperoleh
masukan menjadi keluaran. Kesamaan lain yang meliputi : adanya tujuan, adanya fungsi untuk mencapai
tujuan ,ada bagian komponen yang melaksanakan fungsi-fungsi tersebut, adanya
interaksi antara komponen satu saling hubungan,
adanya penggabungan yang menimbulkan jalinan keterpaduan, adanya proses
transformasi, adanya proses umpan balik
untuk perbaikan dan adanya daerah
batasan dan lingkungan.
DAFTAR PUSTKA
·
Manetsch dan Park(1979) dikutip dalam Eriyatno. 1999. “Ilmu
Sistem: Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen”. Jilid Satu. IPB Press,
Bogor.
·
“System Theory”. (http://www.tcw.utwente.nl/theorieenoverzicht/Theory%20clusters/ Communication%20Processes/System_Theory.doc.,
9 mei 2005).
·
hhtp://blainter.net
·
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/sosi4310/top.14.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar